rajawali

Tidak Diperhatikan Pemerintah, 15 Oktober Guru Honorer Mogok Mengajar

RAJAWALIONLINE.ID – Anggota Forum Honorer Sekolah Negeri (FHSN) Kabupaten Gunung Kidul berencana mogok mengajar mulai 15 Oktober hingga 31 Oktober 2018.

Aksi mogok tersebut dilakukan FHSN karena mereka selama ini merasa tidak mendapatkan perhatian yang serius dari pemerintah.

“Kami sudah rapat koordinasi terkait dengan aksi izin mengajar dan bekerja dengan seluruh anggota. Izin dilakukan 15 Oktober hingga 31 Oktober,” kata Ketua FHSN Aris Wijayanto, Jumat (12/10).

Aris menerangkan, keputusan bersama tersebut sudah disosialisasikan lewat media sosial maupun lewat surat tertulis kepada koordinator kecamatan dan koordinator SMP se-Gunung Kidul.

Total jumlah honorer yang diperkirakan akan melakukan mogok se Gunung Kidul berkisaran 2.000 orang.

FHSN mendesak pemerintah mencabut Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 36 tahun 2018, menghentikan perekrutan calon PNS jalur umum dan mendorong pemerintah menyelesaikan permasalahan guru honorer.

Sementara itu, koordinator FHSN wilayah Kecamatan Semanu Wahyu Arianto mengatakan hari ini akan melakukan koordinasi dengan para guru tidak tetap di Semanu untuk izin tidak mengajar.

“Kami mengumpulkan GTT dan PTT yang ada di Semanu untuk menyamakan persepsi terkait dengan izin tidak mengajar mulai Senin, 15 Oktober,” katanya.

Tahun ini, pemerintah membuka penerimaan CPNS dengan porsi 50 persen diperuntukkan untuk tenaga pendidik.

Namun, disayangkan kebijakan tersebut tidak dibarengi dengan mengakomodir tuntutan tenaga honorer K2 untuk diprioritaskan diangkat menjadi PNS.

Sumber: politiktoday.com

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *